Oleh: inginsyahid | Agustus 26, 2011

Cita-cita da’wah

Da’wah. Mungkin kata yang sangat lazim di telinga pada da’i. Da’wah dengan berbagai definisi dan metodenya, memiliki makna di hati para da’i sesuai apa yang dipahaminya.

Beberapa hari ke belakang, ada sms masuk dan isinya: “Teh ocin, aku barusan dapet kabar katanya keterima beasiswa XXX. trus diwawancara dan ada formulir yang ga ngerti. Pertanyaannya, apa cita-citamu untuk da’wah?”

Isi smsnya cukup sederhana, namun ketika akan menuliskan isinya..rasanya terlalu panjang untuk disampaikan hanya lewat sms.

Pertanyaan itu masih disimpan rapi dalam ingatan hingga malam harinya. Ya, apakah cita-cita diri kita untuk da’wah ini? Da’wah tidak membutuhkan kita, amal da’wah kita pun tidak akan mengubah keagungan-NYA, dan da’wah adalah murni pilihan kita. Kita hadir di sini karena pilihan kita atas da’wah dan akan terus membersamainya. Tidak ada balasan dari da’wah itu melainkan kembali pada diri kita sendiri.

Semua pasti tau, bahwa cita-cita besar da’wah Islam adalah tegaknya kalimat Allah di muka bumi.

terus?

apa kaitannya dng kamu?

bagaimana dirimu akan memberikan sumbangsih terbesar bagi da’wah ini?

Setiap orang, punya khas dan mimpi masing2. Dan aku, bercita-cita menjadi sebaik-baiknya pembina untuk menggapai cita-cita da’wah. Pembina diri sendiri, pembina mahasiswa-mahasiswaku kelak, pembina anak-anak dan keluarga, serta pembina masyarakat.

bagaimana dengan kamu? 🙂

 

Oleh: inginsyahid | Juni 7, 2011

Kembali,,

Hari ini, tepat sehari setelah seminar Magisterku,,

Ah, rasanya sudah sangat lama kutinggalkan dunia tulis menulis. Terakhir, yang sering kutulis adalah Buku Skripsi dan rangkaian tesis yang selalu kupandangi setiap hari. Terlalu malas sepertinya, saat sebagian besar orang menggoreskan kisah inspirasinya, namun aku hanya duduk termenung memikirkan tesis atau mungkin pertanyaan-pertanyaan konyol. Tidak wasting time sebetulnya, tapi coba ingat lagi Chin,,dulu menulis adalah hal yang sering dilakukan sehingga tanpa sadar pernah tertulis sebuah novel itu.

ya, tertulis. bukan diketik.

dulu, masa-masa itu kamu hanya menuliskannya dalam kertas bekas. menuliskannya lembar per lembar setiap harinya,,sampai akhirnya buku itu pun hadir.

Kini, kemanakah karyamu?

Tidak cukup hanya buku skripsi dan tesismu, tapi goreskanlah kebaikan dengan tulisan-tulisanmu.

Yes, I’ll be back!!!

1 day 1 posting, bismillah….

Oleh: inginsyahid | Juli 1, 2010

cukuplah gelar “ibu” sebagai kebanggaanku

IBU.

sosok yang begitu bermakna. sosok yang selalu ada.

Ah, Robbi,,kini hamba sadar mengapa Engkau mengaruniakan syurga bagi siapa saja yg berbakti pada ibunya.

kini hamba baru mengerti mengapa Rasulullah SAW sampai mngulangnya 3 kali untuk bakti pada ibu.

IBU.

aku ingat tangismu saat menjelang pendaftaran masuk ITB.

IBU.

aku ingat peluhmu saat mengantarku pergi kesana kemari.

IBU.

aku ingat ceriamu saat lelah ini menyelimuti.

IBU.

aku ingat nasehatmu ketika di kamar, sore itu. tentang mimpi kita

IBU.

aku selalu ingat sakitmu karena lelah mengantarku.

IBU.

aku ingat doamu dan senyummu saat menjelang sidang sarjana kala itu.

IBU.

aku ingat tangismu saat anakmu ini lulus sebagai Sarjana, sebagai peserta sidang terbaik dan lulus cumlaude.

IBU.

aku pun ingat betul tangismu karena mencari uang untuk biaya wisuda.

IBU.

aku lihat beratnya bebanmu.

IBU.

selalu ada doamu untukku.

IBU.

IBU.

aku selalu mencintaimu.

dan akan selalu mencintaimu, ibu..

IBU.

kelak aku pun ingin menjadi IBU seperti dirimu.

IBU.

gelar itu lebih aku banggakan dibandingkan gelar apapun di dunia ini.

menjadi seorang IBU, yang dengan takwanya dapat mengantarkan ke syurga.

dan semoga aku bisa membawa ibu ke syurga. akan ku banggakan di hadapan Allah SWT karena IA mengaruniakannya untukku. akan ku sembah sujud Ilahku, karena mengaruniakan wanita berharga seperti IBU.

IBU.

IBU.

Seperti biasa tiap kamis saya membina adik-adik di SMA, saya menyiapkan sebuah materi tentang pembinaan pribadi pada bagian membangun mimpi. beberapa pekan sebelumnya, pernah saya minta untuk menuliskan kebaikan dan keburukan dirinya. Saat itu, saya cukup PD karena saya sudah menganal diri saya sendiri sejak lama dan saya memang sudah membuat peta hidup akan kemana. Saat itu.

lalu, 2 hari kemudian, saya mengikuti sebuah Training dari Ikatan Alumni ITB. Wawasan dan cara pandang saya menjadi begitu luas dan saya merasa sangat kecil di hadapan orang-orang di sekitar saya, dan tentunya di hadapan Allah SWT. Saya malu, terkadang masih ada rasa berbangga diri dengan apa yang saya dapat, walaupun itu hanya ada dalam hati. Astaghfirullah,,

hari pertama berlalu dengan memukau.

tibalah saatnya hari kedua.

hari yang sangat menarik, dan bersejarah untuk diri saya sendiri. Hari dimana saya bertemu dengan orang hebat. Yang penting bukan pertemuannya, tapi tamparannya. Bagaimana mungkin akhirnya saya sadar bahwa selama ini belum mengenal potensi diri???padahal jelas saya sudah membuat peta hidup saya sendiri sejak beberapa tahun ke belakang. Tapi itu ternyata tidak cukup,,ternyata saya belum benar2 mengenal diri saya sendiri. Awalnya kaget dan merasa tertohok, namun saya semakin yakin dengan langkah yang saya ambil. Saya semakin mengenal diri saya, tahu akan mengarah kemana, dan berpikir besar serta jauh ke depan akan menjadi apa.

dan saya yakin dengan pilihan yang saya ambil.

SAKSIKANLAH SAYA SEORANG PENDIDIK FARMASIS KLINIK!! ALLOHUAKBAR!!

kelak, saya menjadi seorang Ahli di bidang Farmasi Klinik, berinteraksi dengan para mahasiswa sebagai dosen, namun tetap berkontribusi pada masyarakat dengan tetap berdedikasi untuk pelayanan.

Bismillah. Semoga Allah menguatkan langkah ini.

Oleh: inginsyahid | Maret 4, 2010

Mereka ada di sekitar kita

3 anak kecil kurus-kurus itu perlahan mulai menyita perhatianku. Awalnya berawal dari sebuah tawaran membantu teman, untuk ikut mengajari anak-anak yang murang mampu untuk ikut bimbel2 SD.

Des, Rama, dan Apriel.

Mereka anak kelas 6 SD yang punya niat untuk belajar. Niat mereka tinggi, niat mereka mulia, dan sangat baik.tujuan mereka hanya 1, ingin lulus UASBN. Itu saja. lalu, kemudian dengan sistem yang ada, mereka kerepotan belajar di sekolah dan mencari tempat belajar di luar.

Ah, sungguh langka anak-anak seperti mereka. disaat anak-anak yang lain “dipaksa” ikut bimbel dan privat sana sini dengan biaya mahal, tapi mereka selangkah demi selangkah mencari orang yang ingin mengajari. Mereka menyengaja datang ke salman untuk bertanya tentang bimbel di sana. Mereka bercerita tanpa malu menyampaikan kondisi keluarga mereka.

Niatnya hanya satu, “kak, saya ingin les tapi tak punya uang”

sebuah pemikiran bagus untuk seorang anak kelas 6 SD yang berasal dari keluarga tak berkecukupan. Selintas saya berpikir, ini mimpi atau bukan? apakah ini bandung yg sebenarnya? entah mengapa, saya merasa dilayangkan jauh ke ujung kota di pulau bangka, pada sebuah kisah anak-anak di Laskar Pelangi.tapi ini bukan mimpi, ini sebuah kenyataan di Kota Besar seperti bandung.

Awalnya, niat saya hanya berawal dari sebuah niat membantu teman. tapi kini, bayang mereka kerapkali melintas dan berlari-lari di alam pikiran. perlahan ide-ide itu muncul, dan ada sebuah titik di sana. Ya, sebuah cinta. saya menyayangi mereka.

anak-anak itu, begitu bersemangat untuk mencari, mereka terlalu awal untuk mengetahui betapa hidup ini terkadang tidak adil. Mereka terlalu dini untuk sekadar manjadi “korban” sistem ini.. dan mungkin masih ada anak-anak seperti mereka di sekitar kita.

masih ada anak-anak yang lain yang mungkin sangat berbeda jauh dengan masa SD kita dulu. Mereka ada di balik tembok besar Ganesha 10. Mereka nyata, dan mereka hidup. dan mereka membutuhkan bantuan kita teman2!

bukan hanya kata, namun sebuah karya nyata.

= untuk Des, Rama, dan Apriel,,teruslah berjuang=

Oleh: inginsyahid | Februari 19, 2010

Untuk (semua) adik-adikku,,

Masa-masa SMA selalu jadi masa yang paling indah. Begitupun untukku, seorang Cindra yang dilihat saat ini.

Masa itu menjadi penuh dalam maknanya karena sebuah arti indahnya berislam. maka aku selalu merasa berutang budi pada adik-adikku di SMA.

Siang itu, seperti biasa aku mengisi mentoring di sana. Aktivitas ini sudah dijalani hampir 5 tahun. Tidak pernah bosan dan tidak pernah urung untuk datang ke sana, walaupun mungkin sangat beresiko untuk “ditegur” guru disana. tapi selalu ada tekad bulat untuk hadir, bersilaturahim, dan berbagi kisah disana.

Ah, bukanlah aku ini seorang pintar. dan bukan juga seorang alim. aku hanyalah manusia yang pandai berkisah dan punya sedikit keinginan untuk berbagi tentang Islam yang aku jalani. Hanya menjadi jalan penyampai pesan risalah mulia ini, hanya itu. tidak lebih.

tapi aku punya segudang cinta dan kasih sayang untuk adik-adikku di sana.

aku datang hanya bermodalkan cinta.

cinta karena ingin nikmat berislam ini kubagi bersama dengan yang lainnya.

cinta karena ingin mereka menggunakan masa muda mereka di jalan yang diridhoi-NYA.

adik-asikku,,tiada lain hanya itu yang teteh punya.

namun..dari modal itu mengalirlah kisah-kisah kami setiap pekannya.

selalu ada tawa ceria melihat wajah-wajah bersih dan imut mereka. mereka terlalu muda dan terlalu bersemangat. mereka terlalu bersih untuk dikotori oleh isme-isme yang tidak jelas. mereka terlalu manis sampai aku selalu merindukan mereka di sela aktivitasku di kampus.

hari itu, yang ada adalah tangisan. sebuah pengantar materi Birul Walidain membuat mereka (dan aku) menangis haru. aku menyelami beberapa dunia, seolah-olah melihat isi rumah mereka sendiri. seolah-olah bertemu dengan ayah dan ibu mereka. atau seolah-olah berkelana jauh ke Bontang, Bekasi,,

selalu ada cinta disana.

selalu ada kasih dan kisah indah mewarnai keberjalanan forum-forum kami.

dan hanya 10 menit saja inti materi hari itu disampaikan.

Ah, adikku,,,kalian terlalu manis untuk ditinggalkan.

hari itu,,berpulang dengan hujan dan sekantong kresek tas kecil tertenteng sebagai buah tangan mereka sepulang dari Yogya.

ya.

selalu ada cinta disana.

cinta karena indahnya ukhuwah Islamiyah.

cinta karena Allah.

“untuk semua anak Kamis BISA, syukran telah ikut mewarnai kisah perjalanan teteh dan menjadi tempat untuk membagi dan mengumpulkan cinta-cinta itu kembali. makasih tas-nya ^.^ ”

dan teruntuk semua adikku, adik mentorku, dan mutarabbiku,,

akan selalu ada cinta juga untuk kalian.

CAUSE I LOVE U.

semoga Allah mempertemukan kita kembali di syurga-NYA. aamiin

Oleh: inginsyahid | Maret 30, 2009

akan kita bangun rumah di syurga itu bersama-sama

syurga.

tempat yg indah.

Allah SWT selalu menyebutkannya dengan tempat yg di bawahnya mengalir sungai2, ada mata air, dan penuh ketenangan. Ada pula telaga dimana Rasulullah SAW memberi air minum di dalamnya.

subahanallah sebuah kenikamatan yg tak terhingga ketika kenyataan itu dibandingkan dengan keburkan neraka, kengerian dan siksa neraka.

lalu, kenikmatan itu semakin berarti ketika berada di syurga dengan orang-orang yang dicintai.

mari kita bangun rumah di syurga. nanti akan ada rumah PA di syurga.

_teringat kata seorang sahabat_

“iya pak kordiv, mari kita bangun rumah PA kita di syurga”

Oleh: inginsyahid | Maret 5, 2009

mujahidah setia

alhamdulillah luar biasa Allohu akbar!!!

“km harus bersyukur karena dapat melihat ibumu di dunia, krn selama sy hidup, sy tidak pernah tau ibu sy seperti apa. bahkan fotonya pun tak ada” (sms dari seorang sahabat,,)

menangis. tetesan air mata itu perlahan jatuh di jilbabku. tersadar akan sebuah nikmat tak terhingga, nikmat yg mungkin sering kita lupakan.

iya.

ibu.

ibu, adalah orang yg sangat sy cintai.  lisannya adalah petuah, nasihat, dan doa. setiap pandangannya adalah penuh kasih. setiap amarahnya adalah untuk kebaikan. setiap tetes keringatnya adalah bukti cinta kasih.

ah, ibu. engkau begitu mulia. pagi hingga sore hari adalah pelayanan sepenuhnya utk keluarga. selalu ada dalam doa, semoga Allah SWT mengaruniakan syurga.

ibu, engkaulah super woman itu.

engkaulah mujahidah setia yg tak pernah lelah.

ibu, luv u very much.

Oleh: inginsyahid | Maret 5, 2009

bersegera dalam da’wah

ya Rabbi,,apakah itu arti bersegera? apakah makna dari sebuah ruhul istijabah??

huh,,lagi2 galau karena khawatir amanahnya dicabut oleh Allah SWT. ayo chin,,ga boleh gitu,,orang lain juga berhak bantu kamu!! (tapi caranya,,,)

masya Allah.

Astaghfirullah

Oleh: inginsyahid | Maret 2, 2009

da’wah yg kucintai

da’wah tak hanya sebuah pekerjaan. sy memaknai bahwa da’wah adalah aktivitas keseharian yang harus dicintai. Kini, ketika da’wah perlahan-lahan telah mendarah daging, banyak kecintaan sy di sana.

ya. sy mencintai da’wah ini.

sy mencintai jalan yg katanya penuh liku ini.

sy mencintai medan yg tak jarang membuat sy menangis.

sy mencintai langkah ini walaupun trkadang terseok.

sy mencintai semua hal di jalan ini, termasuk duri-duri di sepanjang lintasannya

termasuk setiap tetes keringat

dan setiap pengorbanan di jalan ini.

sy mencintai da’wah ini.

sy terlalu cinta dengan da’wah ini.

maka, sy tidak pernah setuju ktika da’wah dikatakan beban, karena da’wah tidak membebani, ,tp da’wah yg dicintai.

semoga kita istiqamah di sini.

Older Posts »

Kategori