Masa-masa SMA selalu jadi masa yang paling indah. Begitupun untukku, seorang Cindra yang dilihat saat ini.
Masa itu menjadi penuh dalam maknanya karena sebuah arti indahnya berislam. maka aku selalu merasa berutang budi pada adik-adikku di SMA.
Siang itu, seperti biasa aku mengisi mentoring di sana. Aktivitas ini sudah dijalani hampir 5 tahun. Tidak pernah bosan dan tidak pernah urung untuk datang ke sana, walaupun mungkin sangat beresiko untuk “ditegur” guru disana. tapi selalu ada tekad bulat untuk hadir, bersilaturahim, dan berbagi kisah disana.
Ah, bukanlah aku ini seorang pintar. dan bukan juga seorang alim. aku hanyalah manusia yang pandai berkisah dan punya sedikit keinginan untuk berbagi tentang Islam yang aku jalani. Hanya menjadi jalan penyampai pesan risalah mulia ini, hanya itu. tidak lebih.
tapi aku punya segudang cinta dan kasih sayang untuk adik-adikku di sana.
aku datang hanya bermodalkan cinta.
cinta karena ingin nikmat berislam ini kubagi bersama dengan yang lainnya.
cinta karena ingin mereka menggunakan masa muda mereka di jalan yang diridhoi-NYA.
adik-asikku,,tiada lain hanya itu yang teteh punya.
namun..dari modal itu mengalirlah kisah-kisah kami setiap pekannya.
selalu ada tawa ceria melihat wajah-wajah bersih dan imut mereka. mereka terlalu muda dan terlalu bersemangat. mereka terlalu bersih untuk dikotori oleh isme-isme yang tidak jelas. mereka terlalu manis sampai aku selalu merindukan mereka di sela aktivitasku di kampus.
hari itu, yang ada adalah tangisan. sebuah pengantar materi Birul Walidain membuat mereka (dan aku) menangis haru. aku menyelami beberapa dunia, seolah-olah melihat isi rumah mereka sendiri. seolah-olah bertemu dengan ayah dan ibu mereka. atau seolah-olah berkelana jauh ke Bontang, Bekasi,,
selalu ada cinta disana.
selalu ada kasih dan kisah indah mewarnai keberjalanan forum-forum kami.
dan hanya 10 menit saja inti materi hari itu disampaikan.
Ah, adikku,,,kalian terlalu manis untuk ditinggalkan.
hari itu,,berpulang dengan hujan dan sekantong kresek tas kecil tertenteng sebagai buah tangan mereka sepulang dari Yogya.
ya.
selalu ada cinta disana.
cinta karena indahnya ukhuwah Islamiyah.
cinta karena Allah.
“untuk semua anak Kamis BISA, syukran telah ikut mewarnai kisah perjalanan teteh dan menjadi tempat untuk membagi dan mengumpulkan cinta-cinta itu kembali. makasih tas-nya ^.^ “
dan teruntuk semua adikku, adik mentorku, dan mutarabbiku,,
akan selalu ada cinta juga untuk kalian.
CAUSE I LOVE U.
semoga Allah mempertemukan kita kembali di syurga-NYA. aamiin
teteeeeeeh
)
huaaaa
I’m cry so bad TT3TT
nyesel bgt nilam ga ikut mentoring kmrn cma gara” pusing kepala
huaaa lain kali ga akan ninggalin mentoring featuring teh ocin \m/
‘kamis BISA’ love u too teh ocin
ALLAHUAKBAR !
Oleh: kucingjaketijo on Februari 19, 2010
at 12:19 pm
luv u too neng nilam,,
diantos atuh ya di mentoring2 qt selanjutny
Oleh: inginsyahid on Maret 4, 2010
at 10:14 am
Teh Ochin makasih yaa
walopun baru ikutan mentoring tapi langsung suka
Oleh: dessyna on Maret 27, 2010
at 5:01 am
alhamdulillah, semoga menjadi jalan kebaikan ya
Oleh: inginsyahid on April 12, 2010
at 3:36 am