Da’wah. Mungkin kata yang sangat lazim di telinga pada da’i. Da’wah dengan berbagai definisi dan metodenya, memiliki makna di hati para da’i sesuai apa yang dipahaminya.
Beberapa hari ke belakang, ada sms masuk dan isinya: “Teh ocin, aku barusan dapet kabar katanya keterima beasiswa XXX. trus diwawancara dan ada formulir yang ga ngerti. Pertanyaannya, apa cita-citamu untuk da’wah?”
Isi smsnya cukup sederhana, namun ketika akan menuliskan isinya..rasanya terlalu panjang untuk disampaikan hanya lewat sms.
Pertanyaan itu masih disimpan rapi dalam ingatan hingga malam harinya. Ya, apakah cita-cita diri kita untuk da’wah ini? Da’wah tidak membutuhkan kita, amal da’wah kita pun tidak akan mengubah keagungan-NYA, dan da’wah adalah murni pilihan kita. Kita hadir di sini karena pilihan kita atas da’wah dan akan terus membersamainya. Tidak ada balasan dari da’wah itu melainkan kembali pada diri kita sendiri.
Semua pasti tau, bahwa cita-cita besar da’wah Islam adalah tegaknya kalimat Allah di muka bumi.
terus?
apa kaitannya dng kamu?
bagaimana dirimu akan memberikan sumbangsih terbesar bagi da’wah ini?
Setiap orang, punya khas dan mimpi masing2. Dan aku, bercita-cita menjadi sebaik-baiknya pembina untuk menggapai cita-cita da’wah. Pembina diri sendiri, pembina mahasiswa-mahasiswaku kelak, pembina anak-anak dan keluarga, serta pembina masyarakat.
bagaimana dengan kamu?
Komentar Terakhir